Rabu, 10/02/2010 16:12 WIB
KNRP - Canel 10 Televisi Israel pada Selasa (9/2) lalu menyiarkan laporan yang bertajuk "Fatah Gate”, yakni kasus yang menyangkut tindak korupsi pada Otoritas Palestina, terutama di kantor Presiden Mahmoud Abbas. Laporan itu membeberkan dokumen-dokumen dan gambar-gambar yang menuduh Direktur Kantor Presiden Palestina, Rafiq Husseini, telah melakukan korupsi dan pelecehan seksual.
Laporan yang disiapkan oleh Tasveka Ihzquili, seorang analis di Canel 10 itu didasarkan kepada dokumen-dokumen. Analis itu mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu berhasil dikumpulkan oleh seorang pejabat di Keamanan Preventif Palestina, Fahmi al-Tamimi, selama rentang enam tahun.
Lebih jauh Canel penjajah itu menjelaskan bahwa Al-Tamimi adalah pejabat, yang ditunjuk oleh Otoritas Palestina untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi. Demikian seperti disitat oleh Aljazeera.
Sementara Tamimi sendiri dalam laporannya mengatakan bahwa telah terjadi penyerahan dokumen dan bukti tindak korupsi serta para pelakunya kepada Abbas, dan Tamimi telah memperingatkan bahwa jika Presiden Palestina tidak mengambil tindakan terhadap mereka yang dituduh dalam tindakan tercela seperti itu dalam dua minggu, maka Canel 10 akan mengungkapkan dokumen-dokumen yang lebih banyak lagi.
Tamimi menyampaikan dalam bahasa Arab melalui laporan Canel 10 itu, "Saya menyampaikan kepada Saudara Abu Mazen (Mahmoud ABbas), pada hari ini saya mengumumkan bagian kecil dari apa yang saya punya terkait beberapa koruptor baik secara finansial dan moral. Tapi dua minggu setelah publikasi ini, saya akan mengumumkan informasi lebih berbahaya dan lebih akurat, berdasarkan bukti di Canel televisi yang sama sampai adanya penuntutan atas semua koruptor dan pada saat bersamaan penuntutan terhadap Rafiq al-Husseini. "
Tamimi lebih jauh menambahkan bahwa dirinya berulang kali menyerukan untuk menindak mereka yang dituduh korupsi dan mencuri, tetapi tidak tidak ada tindakan yang diambil terhadap mereka, karena itu, dirinya memutuskan untuk pergi ke media.
Pada sisi lain, meskipun Tamimi tidak berharap untuk mempublikasikan laporan korupsi itu di media Palestina, namunTamimi juga tidak menjelaskan mengapa ia malah memberikan laporan itu ke sebuah saluran televisi Israel.
Adapun menurut laporan itu, banyak orang di sekitar Presiden Abbas yang dipimpin oleh Husseini dan bahkan anak-anak Presiden ternyata terlibat dalam tindak pidana korupsi dan pencurian dana senilai ratusan juta dolar yang diterima oleh Otoritas Palestina dari donasi dunia internasional.
Lebih jauh Canel 10 membeberkan, beberapa orang yang berada di sekitar Presiden Palestina diketahui mencari-cari dana segar untuk membeli tanah publik, tapi sesuai penyelidikan menunjukkan bahwa sebagian besar dari dana tersebut malah masuk ke kantong mereka, dan dana ini ditarik dari bank-bank di Kairo dan Amman.
Dokumen-dokumen yang dikumpulkan oleh Tamimi lalu disiarkan Canel 10 itu menyebutkan bahwa dalam satu penarikan biasanya berkisar satu juta dolar atau dua juta dolar dari bank-bank ini tersebut.
Terkait korupsi itu Ihzquili mengatakan bahwa Tamimi telah memasang kamera di markas besar presiden Palestina dan di sejumlah rumah untuk tujuan penyelidikan dari korupsi dan pencurian uang itu.
Malah menurut laporan itu, Husseini berusaha untuk memikat wanita yang akan mengajukan permohonan untuk pekerjaan di kantor kepresidenan itu lalu ia berupaya melakukan hubungan terlarang dengannya, dan dia pernah meminta kepada seorang perempuan untuk bertemu di rumahnya untuk berbicara tentang pekerjaan. Namun sayang, sampai saat ini belum ada tanggapan langsung dari Otoritas Palestina terkait tuduhan tersebut.(milyas/aljzr)