Jumat, 05/02/2010 15:10 WIB
KNRP – Sebuah sumber media Israel melaporkan bahwa Israel selama hampir dua tahun terus melakukan perundingan rahasia dengan Otoritas Palestina untuk mencari solusi terkait masalah perbatasan.
Koran Maariv pada hari Kamis (4/2) menyebutkan, negosiasi-negosiasi itu untuk mencari cara guna mencari solusi-solusi atas masalah-masalah solusi terakhir dengan disponsori oleh Institut Baker Amerika.
Sumber itu menunjukkan bahwa selama negosiasi-negosiasi ini telah dikembangkan sebuah laporan, yang memuat berbagai usulan regional yang memungkinkan adanya solusi untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Lebih jauh sumber itu menambahkan, tujuan awal ditetapkankannya berbagai negosiasi itu adalah demi menemukan solusi untuk masalah perbatasan, dan kemudian negosiasi itu berkembang untuk membuat solusi praktis untuk masalah-masalah inti seperti Al-Quds (Yerusalem), pengungsi dan pengaturan keamanan.
Koran penjajah Israel itu mencatat bahwa negosiasi-negosiasi itu sangat menghindari dalam masalah Al-Quds, meskipun masalah Al-Quds itu sangat penting dalam konflik Palestina-Israel. Disebutkan pula bahwa perdebatan pada negosiasi-negosiasi itu terfokus pada nasib pemukiman Yahudi dan lingkungan yang mengelilinginya.
Harian itu juga mengungkapkan bahwa dalam negosiasi-negosiasi itu telah disetujui dasar-dasar umum, di antaranya sedapat mungkin adanya penggabungan pemukiman-pemukiman yang dekat dari perbatasan tahun 1967, dengan mengharuskan dari kedua belah pihak menjaga komunikasi geografi.
Merujuk kepada kesepakataan dalam negosiasi itu, lanjut Koran Israel itu, akan ada pertimbangan terkait sumber daya dan kebutuhan lingkungan hidup warga Palestina, sementara itu warga Israel berupaya untuk mengosongkan permukiman-permukiman besarnya di samping adanya penggabungan wilayah-wilayah kecil ke Israel.
Hal lainnya lagi, dalam kesepakatan itu kedua belah pihak setuju untuk mengamankan penyeberangan-penyeberangan untuk warga Palestina antara Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang akan tunduk sesuai dengan kondisi-kondisi politik Palestina, sementara itu warga Israel melakukan penjagaan terhadap jalan utama di Lembah Yordania dan jalan antara Tel Aviv dan Yerusalem (443).
pada sisi lain, sambung Koran Maarev, pihak Otoritas Palestina dalam negosiasi-negosiasi itu bersikeras bahwa komplek-kompleks dan daerah yang berada di sekitar Al-Quds tidak akan diwacanakan sebagai sebagai pemukiman Israel.
Koran itu melaporkan bahwa negosiasi-negosiasi itu telah melahirkan lima peta, terutama mencakup pengosongan pemukiman Ariel, agar pemukiman itu kembali dibangun di dekat Green Line, sebagai imbalan karena warga Palestina memberikan tanah pengganti di daerah Salfit Ramallah, dekat Bandara Ben Gurion.
Ikut berpartisipasi dalam negosiasi-negosiasi itu, kata sumber itu, para pejabat di bidang keamanan dan militer dari Israel dan Otoritas Palestina, para akademisi dan para pakar dari organisasi-organisasi internasional dan beberapa elemen dari sector tertentu.
Terungkapnya negosiasi-negosiasi rahasia Otoritas Palestina-Israel itu berbarengan dengan pengumuman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu (3/2) lalu pada konferensi keamanan tahunan Herzliya, dimana Netanyahu pada konferensi itu mengungkapkan harapannya akan dimulainya kembali perundingan perdamaian dengan Palestina dalam beberapa minggu ke depan.
Orang nomor satu negeri pencaplok itu mengatakan, Israel siap untuk melanjutkan perundingan dengan tanpa syarat yang terhenti karena pecahnya perang Israel di Jalur Gaza pada bulan Desember 2008.(milyas/aljzr)