Minggu, 14/02/2010 19:55 WIB
KNRP – Institusi Keamanan Umum Israel atau yang lebih dikenal dengan Shin Bet adalah lembaga yang secara langsung tadinya bagian dari Kantor Perdana Menteri Israel, dan Shin Bet tidak memiliki payung hukum yang jelas, dan cara kerjanya juga secara rahasia dan di belakang tabir misteri.
Shin Bet dinilai oleh Yahudi sebagai "sapi suci", dan semua penelitian dan buku-buku yang telah menjadikan Shin Bet sebagai bahan studi berasal dari penulis-penulis Yahudi yang telah menyelesaikan wajib militer, dimana tulisan-tulisan mereka pada umumnya adalah nyanyian pujian dan penghargaan kepada Shin Bet.
Pusat Mizan untuk Studi Hak Asasi Manusia di Palestina Dalam berhasil menerbitkan buku yang berjudul "Dalam Jamuan Shin Bet (Fii Dhiyaafah Ash-Shabak), yaitu buku yang ditulis oleh dua pengacara, Hassan Tabaja dan Omar Shehadeh Khamaisi, dan itu merupakan buku pertama yang menyoroti intelijen Israel dari perspektif Arab.
Dua penulis itu mengungkapkan sisi-sisi gelap investigasi kriminal dan intelijen antara hukum dan kenyataan, dan buku itu mencakup tingkatan-tingkatan investigasi dan hukum, penyelidikan kriminal dan keamanan serta teknik-teknik investigasi dan mengekstrak informasi.
Walaupun kondisi kegiatan politik Palestina itu masih berupa demonstrasi-demontrasi dan aksi protes, tapi itu menjadi berkembang di kalangan orang Arab di Palestina Dalam menuju roh ketakutan dari kepanjangan tangan institusi intelijen Israel itu, dimana keadaan takut itu tergambar dalam pola perilaku mereka, karena praktek dari perangkat-perangkat Israel ini terhadap mereka.
Hassan Tabaja mengatakan, "Kondisi panik dan takut di kalangan orang-orang Arab untuk masuk ke tema Shin Bet sebagai kepanjangan dari keamanan itu, adalah salah satu alasan untuk penerbitan buku, serta pendidikan hukum, dan fenomena yang kita lihat dalam hampir tiga tahun yang tergambar dalam berbagai pemanggilan-pemanggilan intelijen terhadap para aktifis Arab.”
Lebih jauh Tabaja menjelaskan referensi paling penting terkait informasi dalam bukunya itu, "Kami mendasarkan kepada kesaksian dari ratusan warga negara Arab, yang pernah terkena penyelidikan intelijen, ternyata pos-pos polisi Israel dan sepanjang waktu aktif dalam agenda-agendanya dengan penyelidikan intelijen terhadap orang-orang Arab."
Shin Bet sendiri lebih santai dalam bekerja secara rahasia, dalam suasana yang tidak banyak diketahui dengan hak-hak hukum dan kewenangan yang diberikan untuk orang di intelijen itu.
Lalu Tabaja menunjukkan bahwa penyidikan Shin Bet itu ditujukan untuk semua strata sosial di Palestina Dalam, khususnya para aktivis partai dan gerakan-gerakan politik serta mahasiswa, tujuannya semua itu adalah untuk pengumpulan informasi intelijen.
Mayoritas dari mereka yang tunduk pada penyidikan intelijen itu kerap mengalami intimidasi dan ancaman untuk membungkam agenda politik mereka, terutama di kampus, sehingga mentalitas Yahudi melihat kegiatan kampus itu akan membahayakan keamanan Israel.
Tabaja menjelaskan kepada aljazeera, Ahad (13/2), bahwa selain bahasa ancaman dan intimidasi di ruang bawah tanah dan ruang interogasi, penyelidik tidak ragu-ragu dalam memberikan nasihat kepada mereka yang di bawah penyelidikan untuk pembekuan aktivitas politiknya, dan sering juga penyelidik itu memanjakan seseorang untuk bekerja sama dengan intelijen.
Intelijen Israel sendiri berusaha untuk menjinakkan orang-orang Arab di Palestina Dalam, dan fokus utama dalam penyelidikan intelijen itu adalah, untuk apa Anda berpartisipasi dalam demonstrasi dan protes politik dan publik itu? Dan intimidasi awal adalah dengan cara pemanggilan untuk penyelidikan, sebagai usaha untuk menjauhkan aktivitas politiknya dari massa.
Tabaja menambahkan, "Cara pandang warga Palestina di (Palestina) Dalam itu sebagai ancaman strategis, yang menjelma menjadi pemikiran akademik dan institusi Israel, agar kita menyaksikan situasi konfrontasi dan penargetan, dan menciptakan semacam kerenggangan antara bangsa Arab dan Negara."
Setelah Hibah Al-Aqsa pada tahun 2000, dan penarikan pendudukan dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, sejumlah besar kader-kader kegiatan intelijen telah merampungkan aktifitasnya di sana, dan mereka diangkat sebagai pegawai di depan orang-orang Arab di Palestina Dalam.
Sementara Khamaisi mengatakan, buku ini membahas metode dan rahasia penyelidikan kriminal, keamanan dan intelijen, dan itu untuk mengklarifikasi dari aspek-aspek hukum dan operasi penyelidikan ini, mulai dari panggilan untuk penyelidikan, sampai ke penyelidikan itu sendiri dan metode pelaksanaannya, dan akhirnya sampai bertemu dengan seorang pengacara.
Khamaisi mengimbuhkan, buku ini menyorot muslihat yang digunakan oleh penyidik untuk menangkap tersangka atau untuk mengekstrak informasi atau memaksa dari mereka infromasi tertentu, serta masuk ke prosedur penangkapan, penahanan dan pemeriksaan tubuh dan bangunan dari sudut pandang hukum dan operasi.
Pengacara Khamaisi mengatakan, "Kami berbicara tentang konflik kehendak antara penyidik intelijen yang menggunakan semua metode untuk mengekstraks informasi dan pengakuan, dengan warga yang tinggal dalam keadaan panik dan berusaha untuk mengimunisasi dirinya sendiri untuk mempertahankan politiknya.(milyas/aljzr)