Senin, 26/10/2009 18:39 WIB
KNRP - Pihak berwenang di Mesir mengumumkan pada hari Selasa (13/9) lalu tentang kematian Yusuf Hamdan Abu Zuhri di penjara Mesir sejak enam bulan penangkapannya.
Pada keesokan harinya jasad Abu Zuhri itu dibawa ke pemakaman di Jalur Gaza, namun saksi mata yang melihat jasad itu terbelalak ketika melihat kondisi mayat yang babak belur yang membuat semua pihak di Gaza mempertanyakan bagaimana nasib tahanan –tahanan Palestina lainnya yang kini mendekam di penjara-penjara Mesir.
Untuk mengetahui lebih mendalam terkait gugurnya Abu Zuhri di sel Mesir, paltimes.net berhasil mewawancarai Dr Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, yang kebetulan juga saudara kandung Yusuf Abu Zuhri yang diyakini meninggal dunia akibat kejahatan sangat keji yang terjadi di sel-sel Mesir.
Berikut petikan wawancara tersebut:
Bisakah Anda menjelaskan kepada kami kondisi penahanan dan penyelidikan dengan kakak Anda sebelum kematiannya?
Yusuf ditangkap oleh aparat keamanan negara Mesir pada bulan April 2009 dari rumahnya di kota El Arish, di mana ia menikah dengan seorang gadis dari kota Mesir di El Arish, lalu ia dibawa ke Kairo untuk diinterogasi, dan selama interogasi ia disiksa berat setidaknya dengan menggunakan listrik, sebagaimana disebutkan dalam kontak telepon dengan saya setelah penyelidikan itu berakhir, lalu ia dipindahkan ke El Arish, ia hampir tidak dapat melihat dan penglihatannya sangat-sangat lemah. "
Kondisi Penjara Arab itu terlalu keras, dan penyelidikan terhadapnya berkisar tentang diri saya karena kritikan saya, dan setelah ia dipindahkan ke El-Arish, ia diberitahu bahwa dia akan dibebaskan setelah dua hari, tapi ada kejutan setelah seminggu dari informasi pembebasan itu, mereka memindahkannya ke Penjara Burj Al Arab yang berada di dekat perbatasan Libya di samping Marsa Matrouh, di sana di padang gurun untuk penyiksaan dan untuk merusak moral dan psikologinya.
Apa yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Alexandria dan terutama Anda menyatakan mereka pihak manajemen juga bertanggung jawab atas itu?
Saya menerima telepon pada hari Kamis (8/8) dari seseorang dan mengatakan kepadanya bahwa Yusuf ada di ruang depan di Rumah Sakit Universitas Alexandria, dan dari sana saya kemudian berbicara dengan saudara saya itu dan ia mengatakan kepada saya bahwa sejak dua minggu yang lalu ia menderita pendarahan dan darah keluar terus-menerus dari mulut dan dari bawahnya, serta administrasi penjara menolak untuk memindahkannya untuk mendapatkan pengobatan, ia tidak dipindahkan ke rumah sakit sampai ia sepenuhnya pingsan.
Di sela-sela pembicaraan saya dengan dia, dia mengatakan kepada saya bahwa polisi yang menyertainya mengatakan kepadanya bahwa manajemen rumah sakit menolak menerimanya dan mereka akan memberikannya pertolongan pertama dan ia akan dikembalikan lagi ke penjara. Dari sana ia kemudian dikirim kembali ke penjara dan inilah kontak terakhirnya.
Bagaimana berita kematiannya itu sampai kepada Anda?
Pada Selasa (13/10), salah satu tahanan dari dalam Penjara Burj Al Arab melakukan kontak telepon dan menyampaikan kepada keluarganya terkait kematian Yusuf dan ia meminta mereka untuk memberitahu juga keluarga Abu Zuhri. Ketika kita diberitahu, dia menambahkan bahwa agar saya menghubungi salah satu pejabat Mesir dan jawabannya terlambat sekitar tiga jam, sehingga kami harus mengumumkan ke media massa ihwal berita kematian itu sebelum kami menerima konfirmasi dari pihak berwenang di Mesir tentang kematian Yusuf, dan setelah media massa menurunkan berita itu, kami pun mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang di Mesir terkait kematiannya itu.
Ketika kami menerima izin penguburan atas jasad itu, kami terkejut bahwa tanggal kematiannya itu ternyata pada Sabtu (10/10), yang artinya ia meninggal empat hari sebelum kami diberitahu dengan mempertimbangkan bahwa kami tidak menyampaikan itu secara resmi kecuali hal itu sudah merebak di media massa.
Setelah melihat jasadnya, apakah bekas penyiksaan itu terlihat?
Yang menunjukkan kengerian kejahatan di administrasi Penjara Burj Al Arab itu adalah seorang tawanan anak muda yang menyampaikan kematian Youssef itu, yang menegaskan kepada keluarganya bahwa Yusuf tinggal sehari penuh di sebuah sel penahanan setelah kematiannya itu dan sebelum ia dipindahkan ke rumah sakit. Ketika kami menerima jasadnya itu, kondisinya sangat sulit dan dokter pun tidak mampu melakukan autopsi sewajarnya karena rusaknya jaringan internal (jasad) dan kurangnya peralatan yang diperlukan untuk kondisi seperti itu. Sebagaimana juga otopsi mayat itu telah dilakukan di Kairo sebelum ia sampai ke kami dan itu ikut membantu mempercepat proses pembusukan.
Aspek dari kejahatan ini terletak pada brutalnya penyiksaan selama penahanan dan tidak adanya pengobatan meskipun ia terus-menerus menderita perdarahan. Demikian juga pihak rumah sakit menolak menerimanya dan mengobati situasi itu meskipun hal itu sangat sulit, dan ikut terlibat di dalamnya pihak pengelola Penjara Burj Al Arab yang membiarkannya dalam upaya menyelamatkan hidupnya dan membuatnya tetap dalam tahanan meskipun kondisinya sangat gawat, demikian juga pembiaran atas jasadnya yang menyebabkannya cepat membusuk sehingga memaksa kami untuk tidak mengizinkan keluarganya untuk melihatnya guna mengucapkan selamat tinggal.
Apakah ada kontak dengan saudara Anda di penjara?
Ya, Yusuf dapat menghubungi keluarganya beberapa kali selama enam bulan dari penahanannya, tetapi ia menyangkal bahwa keluarganya itu dapat mengunjunginya selama penahanan itu, di mana ia menerima siksaan berat di Penjara Burj Al Arab dalam periode terakhir dan selama kontaknya di hari-hari terakhir dengan saya, dia mengatakan kepada saya dengan sebuah kalimat, "Mereka membawa saya dari sini dengan harga berapapun. Kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan lagi."
Apakah ada langkah formal dari Hamas?
Pimpinan Gerakan Hamas pada Rabu (14/8) secara resmi meminta adanya penyelidikan atas kekaburan tragedi itu, tetapi sampai sekarang belum menerima laporan medis formal terkait penyebab kematian itu. Pihak berwenang di Mesir mengatakan berbagai alasan yang saling tumpang tindih mengenai penyebab kematian, tetapi Hamas masih menunggu jawaban resmi mengenai hal ini.
Pada saat yang sama, hari Kamis, kami beberapa kali melakukan kontak dengan para pejabat Mesir untuk menyelamatkan kondisi kesehatannya dan memberinya perawatan, dan secara pribadi saya mengontak mereka dan juga menghubungi Dr Mahmoud al-Zahar dan saudara Ayman Taha, dan jawabannya adalah bahwa mereka berjanji untuk melakukan apa yang diperlukan.
Dalam wawancara itu Abu Zuhri mengecam pasukan keamanan Mesir yang membantah bahwa penyiksaan adalah penyebab kematian itu dan sebab kematian itu adalah karena sakit. "Kalau memang dia itu (sakit) begitu, kenapa mereka tidak mengobatinya?”. Ia mengisyaratkan bahwa alasan yang diberikan keamanan Mesir itu tidak dapat diterima dan mereka harus bertanggung jawab.
Bagaimana dengan permintaan maaf para pejabat Mesir?
Kita harus menguatkan bahwa Badan Intelijen Umum menyatakan kekecewaannya yang mendalam dan meminta maaf atas apa yang terjadi dan mengajukan belasungkawa kepada pihak keluarga, baik itu dari Tuan Omar Suleiman atau dari pejabat lembaga itu. Meski kami menghormati itu, tapi kejahatan sudah terjadi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diselidiki untuk mencegah terulangnya kembali hal itu dan untuk memastikan para pelaku diseret ke pengadilan.
Apa sikap pihak keluarga dan siapa yang bertanggung jawab?
Keluarga Abu Zuhri akan mengajukan kasus ini melalui badan-badan penegak hukum resmi dan akan bekerja sama dengan semua pihak hak asasi manusia untuk bergerak dan memastikan sebuah kebenaran.
Ada tiga pihak yang bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini yaitu Lembaga Keamanan Negara Mesir, Manajemen Penjara Burj Al Arab, dan manajemen Rumah Sakit Universitas Alexandria.
Bagaimana dengan nasib agenda tahanan-tahanan di penjara-penjara Mesir setelah kematian Yusuf?
Insiden ini memberikan alarm untuk nasib tahanan-tahanan Palestina di penjara Mesir, dan tidak ada alasan apapun untuk terus menahan mereka melainkan hanya akan bertambahnya kekhawatiran tentang nasib mereka di penjara itu.
Mesir memainkan peran penting dan peran kunci di kawasan itu dan rakyat Palestina sangat tertarik pada peran itu, karena itu masalah tahanan Palestina di penjara-penjara Mesir harus berakhir.(milyas/paltimes)