Sabtu, 04 September 2010

Peran Elit Fatah dalam Pembunuhan Arafat?

Rabu, 18/11/2009 13:49 WIB

KNRP- Mengejutkan! Pimpinan senior Faksi Fatah mengungkapkan keterlibatan Tawfiq Tirawi, seorang Kepala Intelijen Palestina, dalam pembunuhan Presiden Yasser Arafat. Lebih mengejutkan lagi, ia juga menyebut nama lain dari mereka yang diduga keras terlibat yaitu Mahmoud Abbas dan Muhammad Dahlan .

Hassan Khalil, pemimpin senior Fatah yang tinggal di Amman Yordania mengatakan kepada situs paltimes, "Saya sekarang ingat pada peringatan mangkatnya beliau, semoga Allah merahmatinya, sebuah kata yang diucapkan oleh Muhammad Dahlan kepada Zionis “janganlah kalian membunuhnya sehingga ia tidak menjelma sebagai orang suci yang juga seorang pahlawan yang legendaris. Biarkan kami menyingkirkannya dengan cara kami sendiri."

Lebih jauh Khelil menambahkan, "Hal kedua yang ingin saya tunjukkan ihwal para pengawal Presiden Arafat dimana mereka itu terperangkap di kediaman (Arafat). Mereka mengatakan bahwa kami terkejut oleh Tawfiq Tirawi, saat itu ia bertanggung jawab untuk intelijen yang hanya di (Tepi) Barat, dengan kunjungannya ke kediaman (Arafat) dan bertemu dengan Presiden, lalu mengucapkan salam dan pergi. Kemudian Presiden Arafat mengatakan kepada kami mengapa lelaki itu datang? Kami belum melihatnya sepanjang pengepungan. Kenapa dia datang sekarang? ".

Khalil mengatakan, setelah beberapa bulan, Tirawi menjadi sosok yang disukai oleh Zionis, dan mungkin yang tidak diingat oleh mereka bahwa (Israel) dalam waktu yang lama menuntut Otoritas Palestina di Ramallah untuk menyerahkan Tawfiq Tirawi atas dasar bahwa dia terlibat dalam tindakan anti (Israel), dia itu dulu orang yang dicari oleh (Israel) dan dia itu dilarang bergerak dari Ramallah, karena jika ia bergerak, maka pasukan penjajah akan mencokoknya.”

Khalil menyebutkan, "Tapi kami terkejut setelah insiden kunjungannya ke kediaman (Arafat) yang lalu Tirawi menjadi sosok yang disuaki oleh Zionis, bahkan ia leluasa bergerak sepanjang dan seluas (Tepi) Barat, ia lalu menjadi calon anggota Komite Sentral dan berhasil masuk dalam keanggotaan itu, ini menimbulkan tanda tanya pada orang ini, bukan saya yang mempertanyakan itu, yang mempertanyakan itu adalah para pengawal Presiden Arafat, semoga Allah merahmatinya, mereka mengatakan bahwa presiden sendiri yang mencela kedatangannya secara tiba-tiba ke kediaman.”

Khalil, yang juga teman sangat dekat Arafat, mengkritik sikap acuh Faksi Fatah terkait kematian Arafat sebelum Hamas mengambil alih Gaza, dan Fatah malah mencoba memanfaatkan situasi itu untuk agenda militerisasi eksternal di Gaza.

Khalil mengatakan, "Saya ingat komentar setelah munculnya Hamas dalam pemilu 25/1/2006 dan setelah peristiwa 14/06/2007, dimana salah seorang pemimpin Fatah yang termasuk rekan Yasser Arafat mengatakan bahwa Yasser Arafat yang sudah berada di lain dunia itu mengucapkan terima kasih kepada Hamas, karena mereka telah mengingatkan Fatah tentang saya dan kematian saya. Maka mereka pun mau memperingati saya setelah mereka melupakannya.”

Sementara terkait upaya untuk menutup kasus pembunuhan Arafat dan tidak adanya kemauan untuk meneliti lebih mendalam atas dokumen yang diungkapkan oleh Farouk Kaddoumi, Khalil menjelaskan, orang pertama yang menunjukkan fakta kematian Arafat adalah Nasser Al-Jarir El-Qudwah. Khalil menyebutkan kata-kata yang diucapkan Suha Arafat tak lama usai pengumuman berita yang mendadak yang diumumkan oleh Farouk Kaddoumi, ia (Suha) mengatakan bahwa semua yang dikatakan Abo Latif (Farouk Kaddoumi) adalah benar.”

Khalil menjelaskan, sikap diam membisu Nasser El-Qudwah atas mereka yang bertanggung jawab atas penyingkiran Presiden Arafat, mungkin karena ia takut kehilangan posisinya sebagai anggota Komite Sentral Fatah, atau takut hidupnya agar tidak ditakdirkan mati seperti nasib dari sepupunya, Moussa Arafat.(milyas/paltimes)

0 Komentar

Arsip