Minggu, 01 Agustus 2010

Media Israel Publikasikan Dokumen Perang 1967

Sabtu, 12/12/2009 21:13 WIB

KNRP - Setelah 42 tahun dari perang pada bulan Juni 1967, situs berita Israel Yediot Aharonot mempublikasikan dokumen-dokumen pribadi milik tentara-tentara Mesir yang tewas terbunuh selama perang itu, dan adalah salah satu tentara pendudukan Israel yang melucuti dokumen-dokumen pribadi itu untuk kemudian menyimpan di rumahnya sampai sekarang.

Menurut Yediot Aharonot, seperti dikutip maannews, Sabtu (12/12), dokumen-dokumen itu berada pada salah satu tentara itu yang mengaku akan mengembalikannya ke Mesir setelah satu setengah tahun dari kematian ayahnya yang dijuluki "Ping Besar", yang ikut dalam perang itu di kesatuan pasukan terjun payung Israel, dan ia itu mengumpulkan dokumen-dokumen itu dari tubuh tentara Mesir yang tewas selama perang.

Dokumen-dokumen ini termasuk kartu identitas/KTP, catatan memoar dan foto anak muda Mesir. Selain itu, Aharonot juga memperlihatkan sebagian yang tertulis dalam catatan memoar tentara Mesir itu antara tulisan “Kami terkejut oleh serangan pesawat Israel, kami tidak menyangka serangkaian serangan udara seperti ini. Pesawat-pesawat Israel itu menyerang garis depan tentara Mesir. Kami terkejut dengan dibomnya bandara-bandara di Kairo dan penghancuran oleh 71 pesawat atas wilayah itu. Juni 1967."

Sementara memoir tentara Mesir yang lainnya tertulis, "Kami melakukan serangan di pagi hari. Kami telah menangkap 8 pilot Israel, kami telah menjatuhkan 8 pesawat Israel selama serangan udara pesawat-pesawat Israel, saat itu saya sedang duduk dengan seorang teman bernama Jalal Saeed Abdul Hamid dari Ismailia, Jalan El-balaaj 5. Kami berada di lokasi untuk memonitor pada gunung yang tinggi, dengan peralatan komunikasi dan senjata pribadi jenis Kalashnikov."

Belakangan diketahui bahwa tentara Mesir yang menulis catatan itu adalah Mahmoud Ibrahim yang bertugas di unit militer nomor 451031 di Angkatan Udara, dan nomor pribadinya adalah 904.841.

Dokumen-dokumen itu juga mengungkapkan sebagian dari kehidupan pribadinya, dimana ditemukan juga sebuah foto dari seorang temannya pada tahun 1966, dan pada foto itu tertulis Mahmoud Abad. Lainnya lagi, dokumen-dokumen itu juga terdiri dari KTP prajurit lain atas nama Hasan Salim Hijo dari Kota Zagazig, yang bertugas di unit yang sama.

Menarik dicatat bahwa apa yang dipublikasikan oleh Yediot Aharonot itu tidak mengungkap bagaimana dan di mana ia terbunuh, namun diduga kuat dokumen itu berkaitan dengan pembantaian yang dilakukan oleh Unit Shaked pada akhir perang 1967, yang menewaskan 250 tentara Mesir.(milyas/maannews)

0 Komentar

Arsip