Jumat, 18/12/2009 23:56 WIB
KNRP - Aktivis hak asasi manusia asal Mesir, Hafeth Abu Sa'dah, mengkritik niat Kairo untuk membangun dinding dari baja di perbatasan dengan Jalur Gaza. Mereka mengatakan langkah seperti itu bertentangan dengan kewajiban Mesir terhadap rakyat Palestina dan menyerukan untuk bekerja untuk mengakhiri pengepungan terhadap Gaza serta menyediakan akses perjalanan yang aman bagi untuk orang dan barang bagi rakyat Gaza.
Abu Sa'dah yang merupakan Sekretaris Jenderal Organisasi Mesir untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak yakin apakah pemerintah Mesir akan maju dengan pembangunan dinding seperti itu. Ia tidak menyangkal atau mengkonfirmasi laporan berita tentang hal ini dan bahwa organisasi sedang menunggu untuk posisi resmi mengenai masalah ini.
"Saya tidak percaya bahwa Mesir membutuhkan semacam dinding dengan Gaza .. kita perlu bekerja untuk mengakhiri pengepungan terhadap Gaza, bukan malah berpartisipasi dalam menciptakan pengepungan itu .. saya sangat terkejut pada semua kebijakan ini," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (17/12).
Ia juga mengecam editorial di Mesir, Jomhoreyyah al-koran, di mana Pemimpin Redaksi itu menulis sebuah artikel dalam koran yang menunjukkan kontradiksi antara perlawanan dan kedaulatan. Abu Sa'dah mengatakan bahwa Palestina tidak pernah menjadi ancaman terhadap kedaulatan Mesir, sebaliknya mereka merupakan garis pertama pertahanan kedaulatan ini. (mirzah/pic)