Pemukiman Yahudi
Rabu, 31/03/2010 22:55 WIB
KNRP - Pada peringatan Hari Tanah Air, Biro Pusat Statistik Palestina mengumumkan bahwa lebih dari 85% dari tanah Palestina tetap berada di bawah kendali Israel. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa 55% dari pemukim yang berada di wilayah Yerusalem Al-Quds adalah ilegal.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Selasa, Biro tersebut menyatakan bahwa menurut statistik, jumlah pos-pos, pemukiman dan pangkalan militer yang berdiri di Tepi Barat mencapai 440, dengan jumlah tertinggi yaitu para pemukim Israel yang menempati Yerusalem (al-Quds).
Menurut pernyataan itu, jumlah orang Israel yang tinggal di pemukiman ilegal di Yerusalem (al-Quds), seperti permukiman Gilo dekat Beit Lahm (Betlehem), telah mencapai 261.885. Beberapa diantaranya yaitu 198.458 pemukiman adalah ilegal.
Selain itu, sekitar 23.100 unit rumah warga Palestina telah hancur di wilayah yang diduduki seperti di Tepi Barat dan Jalur Gaza antara tahun 1967 hingga 2008.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), 13.400 unit rumah dari jumlah total 23.100 hancur antara tahun 2000 hingga akhir Mei 2009 di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Meski demikian, Angka-angka ini belum termasuk 4.100 unit rumah dan sekitar 17.000 bangunan yang hancur di Jalur Gaza selama agresi pada bulan Desember 2008 silam.
Menurut perkiraan PBB, saat ini ada 60.000 warga Palestina di Yerusalem Timur (al-Quds) yang tinggal di bangunan yang terancam penghancuran. (mirzah/prstv)