Minggu, 08/11/2009 22:51 WIB
KNRP - Kondisi memprihatinkan yang dialami warga Gaza, tak menyurutkan tekad para pemudanya untuk menuntut ilmu bahkan hingga ke luar negeri. Sejumlah mahasiswa Palestina di Jalur Gaza yang terlantar di perbatasan Rafah, terpaksa harus mengurungkan niat mereka untuk dapat segera melakukan perjalanan ke Mesir guna mengikuti studi di luar negeri. Untuk hal ini, mereka telah menyerukan kepada media agar menjelaskan penderitaan mereka saat ini.
Para mahasiswa ini dalam sebuah pernyataan hari Jumat (6/11) meminta dengan sangat agar semua instansi pemerintah, media dan kelompok hak asasi manusia dapat mempertimbangkan dan menyoroti permasalah yang tengah mereka hadapi agar dapay dipublikasikan sebagai isu lokal maupun internasional.
Mereka mengatakan bahwa banyak dari mereka yang dirampas haknya untuk belajar di semester ini di banyak universitas. Atau bahkan sebagian dari mereka terpaksa harus kehilangan seluruh tahun akademiknya. Hal ini tidak lain karena berbagai tekanan dari penjajah Israel yang mengusir sebagian pelajar Gaza dari Yerusalem, maupun kondisi perkualiahan di Gaza yang kurang memadai.
Sayangan isolasi yang dilakukan Israel, setidaknya untuk saat ini, tak mampu meloloskan sejumlah pelajar yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri seperi Mesir maupun negara lainnya, untuk dapat menembus perbatasan Rafah. Kenyataan ini disinyalir sebagai salah satu upaya Israel untuk menekan laju pertumbuhan cendekiawan Palestina yang akhir-akhir ini semakin membanyak. (mirzah/pic)