Jumat, 10 September 2010

Wanita Palestina Jadi Caleg Parlemen Jerman

Minggu, 27/09/2009 15:04 WIB

KNRP – Dunia politik dan media Jerman dikejutkan oleh langkah Hanaa El-Hussein, wanita berkewarganegaraan Jerman asal Palestina, yang mencalonkan diri sebagai anggota parlemen di negara tersebut dalam pemilu yang akan digelar pada Ahad (27/9). Tak kepalang tanggung, Hanaa mencalonkan diri dari daerah pemilihan yang merupakan basisnya ekstrim kanan anti-pendatang.

Wanita keturunan Palestina yang berprofesi sebagai analis di Institut Manajemen Cadangan Finansial Berlin itu mencalonkan diri dari partai oposisi, Partai Demokrasi Merdeka (FDP), dengan daerah pemilihan dari Desa Lichtenberg yang merupakan salah satu desa miskin dan wilayah yang kerap dilanda ketegangan sosial.

Lichtenberg merupakan bagian dari Berlin Timur yang tingkat penganggurannya tinggi dan dikenal sering dilanda kejahatan berbau ras, sampai-sampai angka kejahatan terhadap kaum pendatang di sana pada tahun lalu mencapai 17 persen.

Hanaa sendiri sudah melakukan kampanyenya dimulai dari Lichtenberg dengan mengusung tema ‘Kita Jadikan Keragaman sebagai Faktor yang Menyatukan Jerman’. Dalam kampanyenya itu Hanaa mendasarkan programnya sesuai dengan flatform partainya.

Hanna menyebutkan, faktor yang mendorongnya untuk terjun ke dunia politik adalah untuk mengokohkan jati diri, upaya mewujudkan persamaan dan memperkaya keragaman budaya yang sarat nilai-nilai. Kepada Aljazeera Hanaa menambahkan, menjalin hubungan dengan elemen-elemen pemilih secara luas dengan berbagai lapisan usia, karakter, dan kepentingan, itu semua merupakan tantangan tersendiri yang menarik untuk diselaminya. Hanna mengatakan, ketika bertatap muka dengan warga Lichtenberg, dirinya berupaya menghilangkan stigma yang sudah ada yang menganggap beda orang lain. Hanaa juga mengakui minimnya aktifis wanita keturunan asing di jajaran pengurus FDP sebagai gambaran betapa sangat sulitnya partai tersebut untuk dapat menerima orang asing.

Terkait keterlibatan dalam pemilu parlemen itu, Hanaa menilai hal itu sebagai bentuk penguatan peran politik wanita dan ikut terlibatnya mereka dalam menciptakan stabilitas serta pembauran warga asing di masyarakat setempat.

Lebih lanjut Hanaa mengaku jika dirinya ternyata gagal dalam pemilihan nanti, ia akan tetap bekerja untuk mencari solusi terkait masalah-masalah pembauran dari lebih 100 ribu keturunan Arab yang bermukim di Berlin dengan warga Jerman dan pemerintahnya. Dijelaskan dia bahwa anggota keluarganya dan para pengungsi Arab lainnya sampai saat ini tidak diizinkan untuk bekerja atau belajar di Berlin sampai mereka diakui sebagai pengungsi.

Terkait pencalonannya itu, Hanaa mengaku telah mendapatkan dukungan dari masyarakat dan sejumlah politisi. Kendati demikian, Hanaa dan sejumlah politisi Jerman keturunan asing sempat mendapat surat ancaman dari kalangan ekstrim kanan Neo NAZI yang meminta mereka untuk segera hengkang dari Jerman.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip