Jumat, 12 Maret 2010

Agen Wanita Mossad dalam Pembunuhan Mabhouh

Rabu, 03/02/2010 15:03 WIB

KNRP - Harian Israel Yediot Ahronot yang terbit pada Selasa (2/2) mengulas informasi dari sumber-sumber keamanan di Dubai yang menyebutkan keterlibatan seorang wanita dalam tim yang melakukan pembunuhan terhadap Mahmoud Mabhouh, pemimpin Hamas.

Lebih lanjut disebutkan, wanita itu diketahui menyamar sebagai seorang karyawan layanan kamar (room service), dan itulah yang menyebabkan Mabhouh mau membukakan pintu kamar hotelnya untuk wanita itu.

Untuk diketahui, keterlibatan kaum hawa dalam intelijen Israel yang punya misi khusus di Mossad itu merupakan hal yang lumrah. Beberapa catatan dapat dilihat misalkan terkait peran wanita Mossad bernama Cheryl Bentov, yakni seorang gadis yang berhasil merayu Mordechai Vanunu, seorang teknisi nuklir Israel yang membocorkan rahasia reaktor nuklir Dimona Israel, dimana berkat rayuan Bentov itu Vanunu berhasil ditangkap intelijen Israel. Demikian seperti dipublikasikan pelbagai media asing.

Vanunu sendiri bertemu Bentov di ibukota Inggris London, lalu keduanya berpacaran dan Bentov membujuknya untuk pergi ke Roma, di mana orang-orang dari Mossad sudah menunggu di ibukota Italia itu. Demikian seperti dikutip situs alquds, Selasa (2/2).

Wanita Mossad lainnya adalah Sylvia Rafael, yang ikut terlibat dalam operasi di Norwegia untuk pembunuhan yang menargetkan Ali Hassan Salameh, dimana para agen Mossad akhirnya malah menembaki seorang pelayan asal Maroko bernama Ahmed Bouchiki, bukan menembaki Ali Hassan Salameh. Akibatnya, para agen Mossad itu berhasil dibekuk pihak berwenang di Norwegia dan harus mendekam di penjara-penjara Norwegia .

Agen Mossad lainnya lagi adalah Yehudit Nessyahu, yaitu satu-satunya agen wanita yang ikut serta dalam penangkapan Adolf Eichmann, sosok Jerman yang kerap dikenal sebagai arsitek Holocaust. Nessyahu juga terlibat dalam proses untuk mengidentifikasi keberadaan seorang anak Israel yang diculik. Nessyahu juga sengaja ditanam (planted agent) di berbagai komunitas agama yang berbeda-beda.(milyas/alqds)

0 Komentar

Arsip