Sabtu, 09/01/2010 10:47 WIB
KNRP - Manajer sebuah cabang supermarket Bravo di Ramallah mengaku bahwa sudah lebih dari dari setahun tokonya tak diisi dengan barang-barang yang berasal dari pemukiman Israel, kalau pun ada hanya satu item, yaitu sirup cokelat.
Upaya untuk melarang produk-produk yang berasal dari pemukiman, kata Mr Karasha, tidak akan mempengaruhi pendapatan toko-toko tersebut karena dari permintaan pembelian, nampak bahwa barang-barang dari pemukiman Yahudi tidak diinginkan.
Pada hari Selasa lalu (5/1), Salam Fayyad, salah satu petinggi Otorita Palestina melakukan aksi lempar barang-barang pemukiman ke dalam api di desa Salfit, dekat kota Nablus. Menurut Fayyad kepada wartawan, Barang-barang tersebut merupakan bukti eksisnya industri pemukim Yahudi yang dibanguan di atas tanah Palestina yang diduduki. Padahal selama ini pemukiman merupakan salah satu hambatan utama aspirasi untuk mendirikan negara Palestina. Dengan demikian upaya memboikot barang-barang yang berasal dari pemukiman merupakan tanggung jawab kita bersama.
"Otoritas Nasional Palestina akan menjadi pendukung pertama, tapi kita harus bergabung dengan semua elemen yang ada secara resmi di tingkat rakyat, semua ini demi memastikan kelanjutan dari kampanye yang bertujuan membersihkan produk pasar para pemukim," tegas Fayyad kepada kantor berita Maan Palestina. (mirzah/pnn)