Senin, 08/03/2010 06:03 WIB
KNRP - Amerika Serikat tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah perundingan tidak langsung antara Israel dan Palestina untuk pertama kalinya selama hampir 14 bulan. Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, tiba di wilayah Palestina hari ini (8/3) untuk mencoba menjalankan pendekatan perundingan.
Upaya terobosan diplomatik di Timur Tengah pertama kali untuk Administrasi Presiden Obama, telah dilakukan oleh utusan khusus, George Mitchell, yang telah bekerja di belakang layar selama berbulan-bulan untuk membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan.
Sementara itu komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, kemarin memberikan lampu hijau bagi Mitchell untuk memulai kembali diplomasinya, setelah berbulan-bulan pihak Palestina menolak untuk berurusan dengan sayap kanan pemerintah Israel yang dipimpin Binyamin Netanyahu. Selama ini Netanyahu menolak tuntutan Palestina dan AS untuk membekukan secara total pertumbuhan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.
Potensi terobosan perdamaian ini kembali datang pasca meningkatnya kerusuhan di kota-kota seperti Yerusalem dan Hebron, akibat keputusan Israel untuk memasukkan kuil suci bagi Muslim maupun Yahudi pada daftar situs warisan Israel. Presiden palestina sekaligus pemimpin Fatah, Mahmoud Abbas, telah memperingatkan bahwa sengketa ini dapat memicu perang agama.
Di lain pihak, Israel menuduh Hamas, Fatah, serta faksi-faksi Islam, telah berusaha membangkitkan intifadhah ketiga dalam bentrokan di sekitar Yerusalem. Sebagaimana diketahui, sekitar 60 orang Palestina dan 20 polisi Israel terluka dalam huru hara yang terjadi beberapa waktu lalu terkait isu tempat suci yang akan dimasukan dalam daftar warisan budaya Israel. (mirzah/tol)