Jumat, 29/01/2010 23:27 WIB
KNRP - Komite Jerusalem komite dari dewan legislatif Palestina (PLC) pada hari Rabu (27/1) memperingatkan bahwa 2010 akan menjadi saksi lebih banyak pelanggaran Israel dan meningkatnya serangan terhadap segala sesuatu di kota Yerusalem yang diduduki, terutama berkaitan dengan skema menghancurkan Masjid al-Aqsha .
Dalam sebuah pernyataan, panitia mengatakan bahwa penggalian yang dilakukan Israel di bawah tanah meningkat sehingga akan menyebabkan lubang dan celah dalam skala besar di dalam Masjid Aqsha. Dengan kondisi halaman dan lingkungan kota tua Yerusalem, mereka mengekspresikan kekhawatiran bahwa Israel dapat segera menghancurkan Masjid suci itu melalui penciptaan gempa bumi buatan di wilayah Negev.
Komite menghimbau kepada organisasi konferensi Islam dan Liga Arab untuk mengadakan konferensi dan pertemuan darurat guna membahas situasi yang suram di Yerusalem serta ancaman Israel terhadap Masjid Aqsha.
Hal ini juga sekaligus untuk meminta mereka agar membahas masalah kota suci dan masjid Al-Aqsha ke dewan keamanan PBB untuk mengaktifkan dimensi hukum internasional dalam kasus ini.
Lebih lanjut komite juga mendesak dewan keamanan, sidang umum PBB dan UNESCO untuk senantiasa mengirimkan tim pencari fakta ke kota suci sehingga dapat memberikan melaporkan tentang pelanggaran yang dilakukan Israel di kota tersebut. (mirzah/pic)