Kamis, 11/03/2010 12:38 WIB
KNRP - Mohammed Sayed Tantawi, Syaikh Besar Al-Azhar telah berpulang ke ramhatullah pada usia 82 tahun, pada hari Rabu (10/3/2010), setelah ia mendadak mendapatkan serangan jantung saat kunjungannya ke Arab Saudi di mana dia berpartisipasi dalam acara Raja Faisal International Prize.
Serangan jantung itu tiba-tiba mendera Syekh Al-Azhar sementara ia tengah berada di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Riyadh untuk melakukan perjalanan kembali ke Kairo, lalu ia dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Demikian seperti diberitakan televisi Mesir.
Sebelumnya, Tantawi telah tiba di Riyadh pada hari Selasa lalu untuk berpartisipasi dalam acara penghargaan Raja Faisal International Prize.
Syaikh Al-Azhar itu lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 di desa Salim di provinsi timur Suhaj. Ia belajar dan menghafal Alquran di Alexandria. Ia menerima gelar doktor dalam bidang Tafsir dan Hadits pada tahun 1966 dengan nilai istimewa, lalu bekerja sebagai dosen di Fakultas Teologi, dan kemudian ditugaskan untuk mengajar di Libya untuk jangka waktu 4 tahun, dan bekerja di Madinah sebagai dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam. Ia diangkat menjadi mufti Mesir pada tanggal 28 Oktober 1986, kemudian menjadi Syaikh Al-Azhar pada tahun 1996.
Terkait wafatnya itu, Hamas secara resmi menyampaikan belasungkawanya yang mendalam. Hamas menyatakan belasungkawa yang tulus kepada Republik Arab Mesir baik atas nama pimpinan Hamas ataupun atas nama bangsa Palestina. Secara khusus Hamas juga menyampaikan bela sungkawa sangat tulus kepada keluarga almarhum, dan memohon kepada Allah Yang Mahakuasa agar menjadikan SYaikh Al-Azhar dalam damai, dan semoga keluarganya diberikan kesabaran.
Sebelumnya Hamas kerap berseberangan dengan Syaikh Al-Azhar, lantaran beberapa fatwa dan sikap Syaikh Tantawi terkait masalah Palestina antara lain:
1. Ikut serta dalam konferensi dialog antaragama yang kebanyakan persertanya orang-orang Israel, terutama sikapnya yang berjabat tangan dengan Presiden Israel Shimon Perez, yang oleh sebagian warga Gaza disebut sebagai si Tukang Jagal.
2. Lebih mengherankan lagi Syaikh Tantawi pernah mengaku tidak tahu jika Gaza itu tengah diblokade Israel.
3. Mengeluarkan fatwa legalnya Dinding Baja Mesir yang berbatasan dengan Jalur Gaza, bahkan Tantawi memandang bahwa mereka yang menentang pembangunan Dinding Baja itu sebagai orang yang melanggar syariat Islam!
3. Melancarkan serangan kirtikan sangat pedas terhadap operasi-operasi syahid di Palestina, dan lalu beberapa tokoh ulama dan sarjana Al-Azhar membantah kritikan Tantawi dengan tajuk “Berlepas Diri dan Penjelasan”.
4. SIkapnya yang pernah menemui Rabbi terkenal Israel, Meir dan Duta Besar Zionis di Mesir, yang pada waktu memicu polemik.(milyas/pt/ikhol/aljzr)