Senin, 08/02/2010 01:25 WIB
KNRP - Ketua Komite Rakyat Anti Pengepungan, Jamal Al-Khudari, telah memperingatkan ihwal peningkatan sasaran serang Israel terhadap nelayan Palestina setelah beredar isu masalah keamanan yang mengancam Israel.
Khudari, dalam siaran pers pada hari Minggu (7/2), mengatakan bahwa penangkapan empat nelayan dan meningkatnya penembakkan terhadap perahu nelayan sebagai aksi balasan atas klaim ditemukannya tong berisi penuh bahan peledak, menunjukkan niat Israel untuk meningkatkan serangan terhadap nelayan-nelayan Palestina. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Israel mengklaim bahwa tong berisi bahan bakar yang ditemukan di pantai Israel adalah berasal dari Gaza.
Dengan demikian, Khudari menyerukan aksi internasional untuk menekan otoritas pendudukan Israel (IOA) agar menghentikan penyerangan lebih lanjut terhadap para nelayan. Dia juga menyatakan bahwa tindakan Israel ini jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Aksi IOA ini telah merampas hak nelayan Palestina untuk menangkap ikan di laut. Sementara para nelayan ini sebelumnya juga hanya dibolehkan menagkap ikan di laut sejauh dua mil, kata anggota parlemen Palestina itu sambil menggambarkan tindakan Israel tersebut sebagai sebuah pembajakan.
Lebih lanjut Khudari mengatakan bahwa praktek-praktek tidak manusiawi dari IOA ini mengancam kehidupan ribuan nelayan dan menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian untuk nafkah anak-anak mereka.
Khudari menjelaskan bahwa kebutuhan Gaza akan ikan menjadi tidak terpenuhi lantaran praktek-praktek seperti itu, padahal ribuan keluarga Palestina bergantung pada usaha penangkapan ikan sebagai satu-satunya sumber kehidup. (mirzah/pic)