Minggu, 01 Agustus 2010

Ketika Israel Cemaskan Intifadah ke-3 (Bag. 2)

Selasa, 09/03/2010 12:49 WIB

KNRP - Netanyahu pekan lalu menginstruksikan kepada walikota Yerusalem, Nir Barkat, untuk menunda rencana pembongkaran rumah-rumah Palestina di Silwan.

Sebelumnya, tersiar berita-berita dan bocoran-bocoran yang menyebutkan bahwa pada akhir tahun lalu seperti dikutip dari sumber-sumber di Fatah bahwa Fatah telah memutuskan untuk menggelar intifadah massa secara besar-besaran dan tidak bersenjata untuk mengepung permukiman.

Sementara editor urusan Arab di radio Israel, Yoni Ben Ibrani Menahem, memperingatkan dari awal kristalisasi konsensus pada fakta di lapangan Palestina untuk memulai intifadhah ketiga untuk melawan pemukiman dan upaya-upaya yahudisasi serta pembongkaran rumah-rumah di Al-Quds (Yerusalem).

Ben Menachem, yang juga orang dekat dengan pihak penguasa, menuduh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Gerakan Islam yang dipimpin oleh Sheikh Raed Salah di Palestina 48 telah melakukan provokasi dengan sentimen agama untuk merangsang situasi Palestina guna menyulut pecahnya intifadhah ketiga dalam beberapa minggu, namun ia tetapi menekankan bahwa bagaimanapun bola salju mulai bergulir.

Sementara Dosen ilmu politik di Universitas Bar Ilan Profesor Hillel Fischer menilai bahwa intifadhah ketiga masih terlalu jauh, meskipun ada upaya-upaya dari Otoritas Palestina dan Hamas. Demikian seperti dikutip oleh Aljazeera, Senin (8/3), dalam sebuah laporannya.

Lebih jauh Fischer menuduh Otoritas tengah menyiapkan intifadah rakyat yang tidak bersenjata, dan ia membuktikan itu melalui isi berita di dari Koran Al-Ayyam dan Al-Hayah Al-Jadidah.

Ilmuwan Israel itu juga berbicara tentang upaya Palestina untuk memanaskan situasi pada dua sumbu, yaitu pertama melalui protes terhadap dinding, dan kedua protes terkait tempat-tempat suci di Yerusalem dan Hebron yang diduduki oleh Israel.

Peneliti Israel itu menduga bahwa prospek intifadhah ketiga saat ini lemah, karena sudah lelahnya warga Palestina dari intifadhah kedua dan karena sudah adanya kemudahan-kemudahan yang terlihat di kehidupan mereka sehari-hari.

Menurut Fischer, kalangan kiri Israel sendiri adalah pihak yang melakukan intimidasi agar situasi terus panas seperti sekarang ini terus berlanjut, yakni kadang-kadang melalui provokasi demografi dan kadang-kadang memberikan peringatan dari memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat atau dari gelombang kekerasan baru.

"Terkait Shabak, tujuan dari pesan yang ditujukan kepada Otoritas Palestina seperti diungkapkan pada Senin hari ini adalah peringatan dari pemanasan situasi yang akan mendesak untuk melakukan pembalasan melalui bermain dengan api,” pungkas Fischer.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip