Kamis, 11/03/2010 23:11 WIB
KNRP - Sebuah sumber Israel mengatakan bahwa krisis yang meledak antara Tel Aviv dan Washington terkait pembangunan unit rumah di Yerusalem Timur itu benar-benar sudah selesai, sementara saat bersamaan wakil presiden AS menilai bahwa Israel adalah teman terbaik Amerika Serikat.
Sumber resmi di Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis (11/3) bahwa Israel sudah melakukan percakapan telepon dengan Joseph Biden yang sedang berkunjung ke Israel dan wilayah Palestina, di mana para pihak telah sepakat untuk mengatasi krisis yang meledak lantaran keputusan Tel Aviv untuk membangun 1.600 unit rumah di Yerusalem Timur.
Kendati demikian, seperti dikatakan aljazeera, tidak dijelaskan dari pernyataan sumber Israel itu terkait bagaimana krisis Israel itu berakhir, terlebih lagi pemerintah pencaplok Israel belum secara resmi mengeluarkan pernyataan yang membatalkan keputusan pembangunan permukiman Israel itu.
Dalam pidatonya kepada mahasiswa di Universitas Tel Aviv, Biden mencurahkan pujian kepada Israel sebagai sahabat terbaik Amerika Serikat sembari menunjukkan bagaimana hubungan AS dengan Israel sudah terjalin lama.
Di sisi lain, sumber media mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Netanyahu mencaci pejabat senior di kabinetnya yang mengeluarkan pengumuman keputusan untuk membangun unit pemukiman saat kunjungan Biden, tetapi Netanyahu sendiri tidak memperlihatkan niatnya untuk membatalkan keputusan pembangunan yang telah mendorong kemarahan Arab dan dunia internasional itu.
Dalam konteks yang sama, radio tentara Israel mengutip Menteri Pertanian Shalom Simhon yang menyatakan bahwa Partai Buruh sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari koalisi dari kabinet sebagai protes atas keputusan untuk membangun permukiman, hal itu karena para anggota partai Buruh mau berkoalisi untuk harapan memulai kembali proses perdamaian dengan Palestina.(milyas/aljzr)