Minggu, 01 Agustus 2010

Emirat: Israel Jangan Berlagak James Bond di Dubai

Rabu, 10/03/2010 13:28 WIB

KNRP - Radio Israel mengutip dari seorang menteri Uni Emirat Arab, Anwar Mohammed Gargash yang mencela Israel yang telah menjadikan negara Arab moderat (Emirat) sebagai sasarannya, yakni melalui pembunuhan Israel atas tokoh terkemuka Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Mahmoud Mabhouh.
 

Sementara surat kabar Yediot Aharonot menunjukkan bahwa kepala polisi Dubai telah menolak untuk berbicara dengan pers Israel, namun mantan kepala Shin Bet telah mengunjungi Emirat sejak enam tahun yang lalu.

Radio Israel itu lalu menyoroti pernyataan Gargash kepada korespondennya di luar negeri, dan itu merupakan pernyataan pertama dari seorang pejabat di Emirati kepada media Israel sejak pembunuhan Mabhouh pada Januari lalu.

Radio itu mengutip pernyataan menteri itu, yang mengatakan bahwa pembunuhan Mabhouh bukan cara untuk membangun hubungan internasional yang baik. Ia menambahkan, "Bahkan jika negara-negara Teluk berserikat dengan Israel terkait pandangan umum mengenai isu-isu seperti Iran, dan tidak mungkin menjadikan negara Arab moderat sebagai target untuk operasi ‘James Bond’."

Sementara pemimpin redaktur harian Fasl Maqaal, Rabu (10/3), yakni media corongnya Aliansi Demokratik Nasional Emirat, mengatakan kepada Aljazeera bahwa pernyataan menteri UEA itu benar-benar mengekspresikan sikap dan kebijakan negaranya yang bercita-cita untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Lebih lanjut Khalid Khalil, jubir itu, mengisyaratkan bahwa nada peringatan yang terkandung dalam pernyataan menteri itu mencerminkan keinginan UEA untuk menjaga kepentingan-kepentingannya sebagai pusat daya tarik internasional, dimana hal itu dinodai dengan tragedi pembunuhan di Dubai.
 

Khalil juga memperingatkan bahwa media Israel terus memelototi pernyataan seperti itu, tetapi bukan hanya sebagai harapan dalam perbincangan media saja, namun juga digunakan untuk dukungan normalisasi dengan Israel dan legalisasinya yang sejalan dengan agenda pembentukan lembaga-lembaga yang berkuasa, yang berusaha untuk mengubah kontradiksi di kawasan tersebut lalu menyusup ke dunia Arab dengan mengajukan Iran sebagai musuh bersama bangsa Arab.

Patut dicatat bahwa Menteri Gargash telah meminta Negara-negara Eropa pada bulan lalu untuk penyelidikan yang luas dalam kasus pemalsuan paspor, yang dimanfaatkan untuk pembunuhan Mabhouh.

Dalam konteks yang terkait, harian Israel Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa mantan kepala Shin Bet, Yaakov Perry telah mengunjungi Dubai enam tahun yang lalu dengan menggunakan paspor Israel. Menurut surat kabar itu, kepala polisi Dubai telah menolak Perry untuk memberinya visa, tapi yang bertanggung jawab di intelijen Emirat memberinya kesempatan untuk masuk ke Emirat, dan kepala intelijen UAE telah meninggalkan kesan yang baik pada mantan kepala Shin Bet itu.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip