Rabu, 10/03/2010 14:40 WIB
KNRP – Wakil Presiden AS Joe Biden mengutuk rencana Israel untuk membangun 1.600 unit perumahan baru di pemukiman Ramat Shlomo, sebelah utara Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki Israel. Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Liga Arab untuk mengambil langkah-langkah sebagai respons terhadap provokasi Israel itu.
Lebih jauh Biden menilai dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya pada Selasa (9/3) malam di Yerusalem bahwa isi dan waktu pengumuman rencana Israel itu akan melemahkan kepercayaan diri yang dibutuhkan dalam fase saat ini, dan langkah pembangunan itu bertentangan dengan apa yang ia sebut sebagai pembahasan konstruktif yang telah dilakukan Israel.
Dia menekankan perlunya membangun sebuah iklim untuk mendukung negosiasi, bukan makan menjadikannya kian kompleks. Ia mengakui bahwa "Yerusalem merupakan isu yang sangat penting bagi Israel dan Palestina, dan juga bagi orang Yahudi, Muslim dan Kristen." Demikian seperti disitat Aljazeera, Rabu (10/3).
Biden -pejabat AS tertinggi yang mengunjungi Israel sejak terpilihnya Presiden Barack Obama- mendesak untuk tidak mengambil tindakan sepihak oleh pihak mana pun yang dapat merugikan hasil perundingan khususnya masalah situasi saat ini.
Dia menekankan seperti apa yang dia katakan oleh Utusan Khusus untuk Perdamaian di Timur Tengah, George Mitchell, pihak-pihak yang bersangkutan untuk menahan diri dari mengeluarkan pernyataan apapun atau mengambil tindakan apapun yang mungkin mengobarkan ketegangan atau berdampak negatif terhadap hasil dari pembicaraan ini.
Sebelumnya, Biden mengatakan setelah bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres pada hari Selasa ihwal adanya apa yang ia sebut sebagai kesempatan nyata telah tiba bagi perdamaian di kawasan.
Dalam pernyataannya selama pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Biden mendesak Israel dan Palestina untuk membuat "beberapa komitmen yang bersejarah dan berani," tapi pada saat yang sama ia juga menekankan komitmen Amerika Serikat untuk menjamin keamanan Israel secara mutlak.
Rencananya Biden akan bertemu pada hari Rabu (10/3) ini dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pejabat Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Dalam konteks ini, seorang jurubicara PBB mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan mengunjungi Israel dan Tepi Barat serta Jalur Gaza setelah pertemuan Kuartet Timur Tengah di Moskow minggu depan.(milyas/aljzr)