Minggu, 01 Agustus 2010

Al-Aqsa Kembali Berkobar, Ribuan Serdadu Israel Disebar

Jumat, 12/03/2010 21:20 WIB

KNRP - Bentrokan kembali pecah antara warga Palestina kontra pasukan pendudukan Israel di sekitar Masjid Al Aqsha dan kota Yerusalem tak lama sebelum salat Jumat di tengah tindakan keras di kota dan pinggirannya serta penutupan total Tepi Barat.

Koresponden Al-Jazeera di Yerusalem, Elias Karam, Jum’at (12/3), melaporkan bahwa sejumlah besar tentara Israel yang berjumlah sekitar 1.500 orang berada di halaman Masjid Al-Aqsa.

Karam mengatakan bahwa salah satu penjaga masjid ditangkap ketika ia meminta akses masuk untuk melaksanakan tugasnya, sementara tampak gambar siaran langsung dari televisi aljazeera salah satu warga Palestina yang terluka.

Adapun terkait jumlah jamaah shalat yang diizinkan masuk, wartawan aljazeera itu mengatakan bahwa mereka itu antara tujuh ratus dan seribu jamaah, dan itu jumlah sangat kecil jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, di mana imam masjid memimpin sekitar 40 ribu jamaah.

Wartawan televise Qatar itu mengatakan bahwa pihak berwenang pendudukan telah melarang masuknya orang-orang di bawah usia lima puluh tahun, dan mereka juga melancarkan pemeriksaan ketat di sekitar Al-Aqsa bahkan juga di pinggiran kota Al-Quds yang sangat terpencil, dimana mereka mendirikan pos-pos pemeriksaan militer sehingga dapat dilakukan pemilihan umur jamaah sampai di kampung-kampung yang terpencil.

Reporter itu menduga kuat akan terus berlangsungnya perketatan keamanan hingga Selasa depan, pasalnya akan ada upacara peresmian sebuah sinagog di Baldah Qadimah di Al-Quds, terlebih lagi pencaplok Israel telah membiarkan kelompok-kelompok ekstremis untuk merayakan hari pengenalan Haekal karangan mereka itu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengeluarkan instruksi untuk memaksakan penutupan penuh pada wilayah-wilayah Palestina sampai malam hari Sabtu esok.

Seorang jurubicara tentara Israel mengatakan, Barak telah memutuskan untuk memaksakan penutupan total di Tepi Barat selama 48 jam usai adanya evaluasi di kantornya.

Polisi Israel mengatakan bahwa mereka khawatir akan menularnya ketegangan dari Yerusalem ke Tepi Barat. Polisi juga melaporkan bahwa pasukan Israel dikerahkan untuk terkonsentrasi di luar Haram Al-Quds dan Baldah Qadimah (Old City) serta lingkungan Yerusalem timur pada umumnya, lantaran adanya informasi intelijen yang memberi peringatan akan mencuatnya kerusuhan oleh warga Palestina.

Dikatakan juga bahwa akan didirikan pos komando di kantor polisi yang menghadap Tembok Ratapan, dan bahwa komandan brigade Yerusalem- El-Quds, Aharon Franco akan mengawasi secara langsung aktivitas polisi dari pos komando itu.

Untuk diketahui, pada shalat Jumat pecan lalu juga terjadi bentrokan setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan halaman serta para jamaah shalat, dimana mereka melukai sekitar warga 50 jamaah shalat oleh peluru karet dan gas air mata.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip